Welcome to Oline's Home

   

<< October 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed










 
Friday, July 10, 2015
Aturan Baru Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan
Dalam aturan yang lama, JHT bisa diambil penuh jika peserta sudah terdaftar selama 5 tahun 1 bulan di BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya adalah keluar dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara, dalam aturan yang baru syarat pencairan JHT adalah minimal 10 tahun terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Peserta bisa dapat sebagian dana JHT tanpa perlu keluar dari peserta BPJS Ketenagakerjaan, tapi jumlahnya hanya 10% dari saldo untuk persiapan pensiun, dan 30% untuk pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) rumah pertama. ---------------------------- Sekilas aturan ini sepertinya untuk menjamin kesejahteraan rakyat di hari tua. Betul. Kalau ditilik dari namanya JHT = Jaminan Hari Tua. Namun ... Saya termasuk yang tidak setuju. Mengapa? 1. Perubahan implementasi aturan tidak bisa secara dadakan, perlu sosialisasi dan simulasi. Apa untung rugi aturan lama dan baru. 2. Pemerintah (sepertinya) merasa rakyat tidak bisa mengatur keuangan sendiri , sehingga perlu diaturkan di dalam lembaga asuransi yang bernama BPJS. Maaf, saya lebih mempercayakan pengaturan keuangan saya ke lembaga keuangan yang mumpuni. 3. Uang kita memang dikembangkan di BPJS, tapi mana yang lebih berarti nilainya? Uang sekarang atau nanti? Ya kalau kita sampai umur pensiun, kalau sebelumnya sudah dipanggil Tuhan? Dan kalau kita meninggal, ya kalau kita punya ahli waris. Kalau tidak? Dana hanya akan ngendap di BPJS bukan? 4. Pemerintah harus sadar BPJS adalah lembaga asuransi bukan lembaga keuangan. Tidak ada hak dari lembaga asuransi menahan hak dari peserta asuransi. ---------------------------- Itu saja unek-unek dari saya. Harapan saya, aturan pencairan dana jamsostek dapat kembali ke aturan lama. Jakarta, 10 Juli 2015

Posted at 12:53 pm by oline
Please comment here  

 
Tuesday, January 22, 2013
Pencairan JHT (pengalaman ke-2)
Sedikit berbeda dengan pengalaman pertama pencairan JHT seperti yang sudah pernah saya tuliskan di sini , pengalaman kedua ini tidak selancar yang pertama ^_^

Tepatnya 2 Januari 2013 lalu, saya bermaksud mencairkan dana JHT setelah masa kepesertaan 5 tahun + 1 bulan masa tunggu, di kantor Jamsostek Salemba, Jakarta Pusat. Dokumen yang diperlukan juga tidak ada yang berubah, yaitu :
kartu jamsostek asli, fotocopy surat referensi kerja/paklaring, fotocopy KK, form pencairan JHT-yang sudah diisi, ditambah KTP asli untuk ditunjukkan.

Tidak banyak antrian.
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit sampailah giliran saya, dengan riangnya, si mbak customer service bilang : "karena habis tahun baru, sistem-nya belum online, dana baru bisa diambil 7 Januari 2013, itu kalo cash, kalo transfer paling cepat 9 Januari 2013, untuk berkas-berkasnya bisa masuk hari ini, jadi nanti mbak ga perlu antre lagi".

Well, anyway saya ga punya pilihan lain kan? ^_*

Sambil memasukkan data ke dalam sistem, CS mengajukan beberapa pertanyaan seperti nama atasan, rekan kerja dan HRD manager tempat saya bekerja di perusahaan tersebut. Alasannya untuk formalitas saja #terserah deh, mbak, batin saya. Setelah tanya jawab selesai, saya difoto dengan web camera yang ada di depan masing-masing CS. Mungkin ini untuk menghindari penyalahgunaan kartu jamsostek.

7 Januari 2013 saya kembali, sambil menunggu kira-kira 30 menit-an, dana saya cair. #senyum bahagia

Beredar kabar dari teman yang juga mencairkan dana JHT, bahwa sekarang untuk pencairan JHT di atas 5 juta tidak bisa dilakukan dalam sehari, namun memerlukan proses kurang lebih 3 hari kerja, persis seperti yang saya alami. Entahlah, mana yang benar.

Posted at 08:09 am by oline
Please comment here  

 
Tuesday, May 01, 2012
Harmonisasi Keluarga, Rumah Tinggal dan Kebebasan Perbankan

8 tahun yang lalu, di awal pernikahan saya, tidak terpikirkan oleh saya dan suami, jika akhirnya kami bisa memiliki rumah tinggal idaman lengkap dengan lingkungan yang asri. Rumah yang sekarang merupakan rumah kedua kami.

**********

Setelah mengontrak kurang lebih 2 tahun, kami menemukan rumah dengan type 45/90 yang pada saat itu kebetulan cicilannya masuk dalam budget kami. Rumah pertama kami memang masih jauh dari ideal namun memiliki segudang cerita. Di rumah ini anak ke-2 kami lahir. Melihat dua anak kami tumbuh dan berkembang merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Seiiring berjalannya waktu, pelan tapi pasti suami dan saya mendapat posisi yang lumayan dan dengan sendirinya perbaikan finansial mulai kami rasakan. Cicilan rumah yang seharusnya 10 tahun, bisa kami lunasi dalam 5 tahun.

Rumah ke-2 mulai ada dalam rencana kami.

Type 45/90 mulai dirasakan sempit untuk membesarkan keluarga kecil kami. Namun kami tidak mau tergesa-gesa. Mendapatkan hunian yang ideal memang tidak mudah. Apalagi kami ingin rumah dengan lingkungan yang asri dan lingkungan yang mendukung kegiatan anak-anak kami. Mencari informasi sebanyak mungkin, melalui developer rumah incaran dan situs yang menawarkan KPR adalah hal yang wajib kami lakukan, termasuk melalui situs BCA

Banyak informasi yang saya dapatkan di sana, selain bagaimana mencari hunian yang ideal sebagai bagian rencana masa depan kami, ternyata situs BCA juga menjawab pertanyaan kami akan produk perbankan yang tepat. Betul, produk KPR dengan model fixed & cap dengan bunga kompetitif, akhirnya membuat kami memilih KPR BCA, ditambah pula, saya dan suami memang memiliki rekening tabungan BCA untuk penerimaan gaji dari kantor kami masing-masing, sehingga memberikan kemudahan transaksi dalam pembayaran cicilan KPR rumah secara auto debet.

**********

Rumah idaman sudah didapat, apakah kami sudah puas? Jawabannya belum.

Kesibukan kami bekerja, kadang membuat saya dan suami harus mengatur waktu untuk urusan ke bank. Terutama dalam hal pembayaran yang sifatnya rutin, seperti kartu kredit, PAM atau PLN. Saya sendiri sering kesal jika antri ATM untuk melakukan pembayaran tersebut, maklum antrian BCA bisa memakan waktu yang cukup lama. Berawal dari curhatan di salah satu jejaring sosial saya, ada yang komentar “kenapa tidak pakai klik BCA aja, kan enak tuh ga perlu ngantri”. Benar juga ya, kenapa tidak terpikirkan?

Akhirnya, saya dan suami mengaktifkan klik BCA. Manfaatnya memang luar biasa. Menurut saya, klik BCA memberikan solusi perbankan yang jitu, setelah aktivasi tinggal masuk ke KLIKBCA : login dan langsung transaksi, dari layanan perbankan seperti transfer antar rekening maupun antar bank, maupun layanan pembayaran kartu kredit, PLN, PAM sampai pulsa. Bisa dilakukan di mana saja, sepanjang mendapat akses internet. Cuma satu yang tidak bisa dilakukan klik BCA : tarik tunai ^_^

**********

Sungguh hidup kami terasa nyaman sudah, rumah idaman sudah ditempati, transaksi perbankan tidak menyita energi dan waktu, sehingga kami bisa lebih mengalokasikan waktu secara efektif di tempat bekerja dan bersama keluarga.

Kebebasan finansial adalah target kami berikutnya. Amin.


Posted at 10:43 pm by oline
Please comment here  

Next Page